Ejawi Blogger

Ejawi provide blog space dedicated to the members registered with the ejawi. In this blog, members can include any entry it deems fit, especially in connection with the Jawi script. Regardless of whether activities such as seminars, workshops, conventions and so on. You can also submit articles related to the Jawi script, and other products so that other members can equally give opinions, suggestions, criticism, constructive criticism.

However, you are prohibited from publishing provocative articles, the issues that affect the sensitivity of society and people, rumors, and anything deemed not beneficial to current developments in the Jawi script.




By thomaslets256 on 28/11/2013 13:38 0 comment
fghg
fhdf

By sabar on 28/01/2013 10:01 0 comment
homograf
perlu berhati-hati dengan ejaan jawi...contoh perkataan kampung selalu dieja tanpa menggunakan huruf alif iaitu "kaf mim pa waw nga". Sedangkan "kaf mim pa waw nga" juga membawa erti "kempong". Untuk membezakan dengan perkataan "kampung ", maka perlu ditambah alif. Ejaan sebenar "kampung " ialah "kaf alif mim pa waw nga" itulah dia homograf...

By akumad on 19/01/2013 12:39 0 comment
bacaan jawi lama
siapa ada tahu baca jawi lama.. mntk tolong tunjuk ajar..

By agus jiddan on 01/01/2013 01:23 1 comment
makna keberkahan hidup
Pada zaman rasulullah SAW secarah sederhana makna keberkahan adalah:
kalau pada pagi hari kita sudah menunaikan shalat subuh berjama'ah,serta melakukan shalat sunat muakad.
sebab,di situlah kita sudah mulai bersyukur kepada Allah SWT bershalawat kepada junjungan kita muhammad SAW.
keberkahan di sini memiliki makna yang sangat dalam ,bahwa ia muncul dan di mulai sejak awal kehidupan kita hingga akhir kehidupan.
Setiap orang membutuhkan keberkahaan hidup.
tidak pandang umur dan jenis kelamin.
karena keberkahan adalah kebaikan yang kehadirannya tidak selalu dapat kita pogram dan pastikan.kehadirannya bisa jadi untuk menyelesaikan masalah dan menyelamatkan manusia dari masalah yang dengannya kehidupan menjadi lebih nyaman,damai'mawaddah wa rahmah,dari awal hingga akhir.Sekedar perumpamaan tentang hidup yang penuh berkah, dan ini banyak kita dapati contohnya di sekitar kita.Bisa jadi secara ekonomi harta benda kita terbatas,tapi ternyata kita memiliki keluarga yang tentram dan harmonis.
Meski harta benda tidak banyak ,terasa cukup.
Sebaliknya tanda-tanda tiadanya keberkahaan dalam hidup,dapat kita lihat dari prilaku negatif sehingga tiadanya kebaikan dalam praktik hidup.
Akibatnya banyak harta benda yang kita miliki pun tidak mampu membuat hidup menjadi lebih baik,damai,dan nyaman.
Untuk itu,dengan kesadaran penuh,marilah kita mulai hidup yang penuh keberkahaa.
Insya Allah kita akan berada dalam ridha dan kasih sayang-nya,sehingga hadirlah kehidupan yang sakinah mawaddah wa rohmah.
Ketika hidup kita tidak berkah,maka sudah pasti hidup terasa gersang dan tidak tentram,
Hidup tidak berkah bisa jadi akan memunculkan azab atau balasan di dunia.
Kita bersyukur telah mendapatkan cahaya islam yang hadir tidak hanya dalam bentuk wacana,tapi juga realisasi dalam sosok dan kehadiran Nabi Muhammad SAW.
Beliaulah al-Qur'an berjalan itu.Pengejawantahan yang kongkrit dan paling benar terhadap ajaran islam .
Penerjamahan ini tidak menjadikan kita penuh dengan masalah dan konfli,tetapi justru mengadirkan solusi.
Saat ini,kondisi umat islam mengingatkan kita pada zaman rasulullah,berada dalam suasana yang terus-menerus tersudut.
Dituduh sebagai teroris,dan lain sebagainya.
Tentu saja,semua itu fitnah.Hal yang sama pernah terjadi pada zaman rasululah.
Tapi beliau tidak pernah membalas teror dengan teror.Beliau membalasnya dengan akhlakul karimah.Dan Allah tidak pernah menyi-nyiakan kebaikan hambanya.
Di tengah segala kejadiaan itu,Allah langsung memberikan pertolongan.
Bentuknya adalah peristiwa isra'mi'raj.Inilah posisi di mana Allah berkenan menghadirkan hambanya langsung bertemu tanpa perantara malaikat jibril.
Inilah nikmat yang paling besar dalam kehidupan seorang hamba Allah.
Semua peristiwa itu merupakan balasan atas keistiqomaan dan keikhlasan rasulullah.
Kebaikan yang lain setelah itu yang muncul adalah peristiwa hijrah.
setelah beliau di fitnah,dimusuhi,maka datanglah pertolongan Allah,dan hadirlah masyarakat baru yang membawa kebaikan.
Semoga dengan konsep hidup yang penuh kebaikan dan keberkahan kita akan mudah untuk menjadi umat yang unggul,bertaqwa dan mulia.

By agus jiddan on 01/01/2013 01:21 0 comment
berpikir logis
Berpikir logis tampak sangat sulit,seperti apa yang di pikirkan oleh Agus jiddan dan sahabatnya
Berpikir logis seakan-akan memerlukan pola pikir yang sangat jenius,yang penuh rasa kepribadiaan yang mempunyai mental yang tinggi.Sesunguhnya berpikir logis sangat mudah sehingga anak-anak pun dapat melakukanya seperti halnya berpikir terstruktur,ini adalah proses mental yang di alami beberapa kali setiap hari.
Berpikir logis tidak lebih rumit atau menggangu proses mengajukan pertanyaan pada diri sendiri segala sesuatu dan berusaha untuk mencapai jawaban yang masuk akal.
Jika berhenti memikirnya,unsur-unsur akan mencakup apakah jawaban sesuai dengan fakta.
Jadi itulah yang menjadikan "masuk akal" anda sudah mengatahuinya secara intuitif.
Yaitu,sesuatu yang di putuskan untuk diri sendiri dalam setiap kehidupan,nah itulah proses berpikir secara logis untuk mencakup beberapa nilai yang memerlukan pola pikir yang sangat luas.Jadi sekarang banyak para siswa yang tidak dapat memberikan pola pikiran yang logis untuk menggapai segala sesuatu yang dapat di rasakan pada diri sendiri.
Jadi pola pikir siswa harus di tingkatkan lebih baik lagi untuk mencapai pola pikir yang jenius.
seseorang tokoh pendidikan mengatakan bahwasanya pikiran yang di alami siswa dapat berubah
ketika menggunakan pola pikiran yang selalu mendekati pada keperibadiaan.
Jadi kesimpulan bahwasanya pola pikiran yang logis dapat membawa siswa lebih dewasa dan untuk mencapai pribadi yang lebih sederhana dalam pola pikir.
Satu-satunya perbedaan dari situasi berpikir terstuktur seperti menghadapi masalah,menganalisa nilai-nilai keperibadiaan diri untuk menggapai jaringan yang sangat sederhana.
oleh karena itu anda menjadi bingung dan menganggap otak anda kurang tajam,panik,dan karena tidak mengatahui dari mana memulai atau bahwa itu adalah hal yang dapat di kerjakan dengan muda,anda mungkin ingin,yakin bahwa usaha mental anda di bawah standard dan setiap orang di sekitar menyadari betapa tumpul otak anda.
Tapi,anda dapat mengubah situasi tersebut dengan cara instinktif menjadi pikiran yang unggul dan logis. Dengan tenang dan mengarahkan kemampuaan alamiah pikiran anda.

BERPIKIR INDUKTIF
Seseorang siswa harus berpikir secara induktif sepanjang waktu agar bisa mengamati dunia fakta
item,atau situasi.Contoh daripada itu siswa harus pandai menggunakan pola pikir yang dapat membawa dirinya lebih maju,dan memberikan peluang untuk masa depanya nanti.
Jadi adalah salah satu kekurangan dari berpikir induktif yaitu ketika pengamatan atau fakta itu salah,kurang lengkap dan juga asumsipun menjadi salah.
Maksudnya disini yaitu seseorang siswa yang dapat mengendalikan dirinya,tetapi kurang mengoptimalkan kebenaranya untuk menghambat pola pikiran yang secara logis.
Jadi berpikir induktif melibatkan fakta pada keyakinan yang dapat mencapai dan menguji beberapa langkah yaitu:
1. kosentrasi
2. membuat asumsi
3. menguji asumsi
Jadi langkah-langkah pengoptimalan kekuatan pikiran di tegaskan pada seseorang siswa yang kurang dalam berpikir dengan cara induktif. Oleh karena itu seseorang siswa dapat menerapkan dengan pola berpikir induktif melalui dengan penulisan laporan tentang keperibadiaan diri
seseorang siswa dapat memberikan keutamaan yang dapat mengikuti gerakan dengan tujuan kemajuaan antara nilai kepribadiaan seseorang.

BERPIKIR DEDUKTIF
Seseorang siswa bukan hanya berpikir secara induktif melainkan dapat juga berpikir secara deduktif. Salah satu pikiran secara deduktif yaitu ketika seseorang memutuskan bahwa bank adalah tempat bekerja dan seharusnya lebih ketat memuluskan permohonan kredit bagi seorang siswa.
Berpikir deduktif lawan dari berpikir induktif. Sebagai ganti mengumpulkan data dan kemudiaan membuat generalisasi,berpikir induktif dari ujung yang berbeda.
Seseorang siswa mungkin tidak menyadari bahwa berpikiran secara deduktif dapat menjelaskan di balik deduksi sederhana yang membawa tiga fisik penting,yang mewakili langkah-langkah dasar dalam proses berpikir yaitu:
1. premis besar atau generalisasi
2. premis kecil atau generalisasi
3. kesimpulan atau deduksi
berpikir deduktif mengandung kekurangan yang sama dengan berpikir induktif.
berpikir deduktif bekerja dengan baik jika premisnya tepat.
Jika tidak,maka kesimpulannya akan salah. Contoh seorang siswa mungkin mengalami proses belajarnya kurang aktif untuk menimbulkan nilai pembelajaranya yang lebih baik.
Seperti halnya berpikir induktif semua kesimpula

By agus jiddan on 01/01/2013 01:00 0 comment
KEUTAMAAN SILATURAHMI
Bahasan berikut akan mengangkat perihal keutamaan silaturahmi. Lalu akan ditambahkan dengan pemahaman yang selama ini keliru tentang makna 'silaturahmi'. Karena salah kaprah, akhirnya jadi salah paham dengan hadits yang menyatakan bahwa silaturahmi akan memperpanjang umur. Lebih baik kita simak saja ulasan singkat berikut. Moga bermanfaat.
Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,
تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ
"Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)." (HR. Bukhari no. 5983)
Dari Abu Bakroh, Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا - مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ - مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
"Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)" (HR. Abu Daud , Tirmidzi , dan Ibnu Majah )
Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari )
Abu Hurairah berkata, "Seorang pria mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturrahmi dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya, dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka". Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Kalau memang halnya seperti yang engkau katakan, (maka) seolah- olah engkau memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu.” (HR. Muslim )
Abdurrahman ibnu 'Auf berkata bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ
"Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya." (HR. Ahmad , shahih lighoirihi).
Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi." (HR. Bukhari dan Muslim )
Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,
مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ
"Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya." (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod ,hasan)
Memang terjadi salah kaprah mengenai istilah silaturahmi di tengah-tengah kita sebagaimana yang dimaksudkan dalam hadits-hadits di atas. Yang tepat, menjalin tali silaturahmi adalah istilah khusus untuk berkunjung kepada orang tua, saudara atau kerabat. Jadi bukanlah istilah umum untuk mengunjungi orang sholeh, teman atau tetangga. Sehingga yang dimaksud silaturahmi akan memperpanjang umur adalah untuk maksud berkunjung kepada orang tua dan kerabat. Ibnu Hajar dalam Al Fath menjelaskan, "Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak." Itulah makna yang tepat.

By SITI AZUREEN on 23/12/2012 16:51 0 comment
5 SYARAT UNTUK BUAT MAKSIAT
Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata, “Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat.” Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berkata, “Jika kamu mahu menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh kamu melakukan maksiat.” Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya. “Apakah syarat-syarat itu, wahai Aba Ishak?”

Ibrahim bin Adham berkata, “Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezekinya.” Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata, “Dari mana aku mahu makan? Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah? “Ya!” tegas Ibrahim bin Adham. “Kalau kamu sudah memahaminya, masih mampukah memakan rezekinya, sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?”

“Yang kedua,” kata Ibrahim, “kalau mahu bermaksiat, jangan tinggal di bumi-Nya!” Syarat ini membuat lelaki itu terkejut setengah mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya, “Wahai Abdullah, fikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya?”

“Ya! Anda benar.” kata lelaki itu. Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab, “Kalau kamu masih mahu bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!” Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata, “Wahai Ibrahim, ini nasihat macam mana? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?” “Ya, kalau memang yakin demikian, apakah kamu m asih berkeinginan melakukan maksiat?” kata Ibrahim. Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.

Ibrahim melanjutkan, “Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kepadanya, ‘Ketepikan kematianku dulu. Aku masih mahu bertaubat dan melakukan amal soleh’.” Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersedar, “Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku?”

“Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?”

“Baiklah, apa syarat yang kelima?” Ibrahim pun menjawab, “Wahai Abdullah kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya.”

Perkataan tersebut membuat lelaki itu insaf. Dia berkata, “Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya.” Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. “Mulai saat ini akut bertaubat kepada Allah.” katanya sambil terisak-isak.

By SITI AZUREEN on 23/12/2012 16:33 0 comment
HIJRAH
Jahiliyyah. Kau rebahlah. Aku ingin menuntun hijrah dan mahu memangku dakwah. Bumi ini tempatnya tarbiyyah. Izinkan aku terus mengenal Allah. #TeamHijrah

By alfitz on 15/09/2012 15:19 1 comment
Jawi converter untuk macbook
Salaman, siapa tahu mana boleh dapatkan jawi converter, software atau keyboard untuk macbook? Atau ada sesiapa yang boleh diupah untuk menaip jawi? Saya hendak mencetak buku jawi tulisan tangan. Syukran.

By omar on 15/08/2012 16:43 0 comment
Phd


Blog Archive

2013
November (1)
January (5)
2012
December (2)
September (1)
August (1)
May (1)
April (1)
March (1)
February (3)
January (26)
2011
December (29)
August (1)
July (3)
June (4)
May (4)
April (3)
March (3)
February (4)
January (9)
2010
December (2)
October (2)
September (3)
August (2)
July (4)
June (6)
May (7)
April (4)
March (1)
February (5)
January (9)
2009
December (2)
November (5)
October (5)
September (9)
August (11)
July (6)
June (4)
May (3)

Terms & Conditions | Privacy | Contact Us | W3C Help | Login

Best viewed with Firefox 3.5 and above. Screen resolution 1280 X 1024
Copyright © 2006-2013. Ejawi.net. Developed by
Nik Muhammad bin Nik Abdul Kadir
ITQAN Network Management & Services

Ejawi applications available for free to all users who visit this site. Any use is subject to the terms and conditions set by the Ejawi. Ejawi not be liable for any claims due to the use of this site. Contact us at cmd_safhah [at] yahoo [dot] com